Kemampuan Alibaba Menggambarkan Kemampuan China Dalam Perang Dagang ?

Posting : 16 May 2019



Laporan pendapatan Alibaba Group pada kuartal ke-4 tahun ini dilaporkan melebihi dari prediksi. Konsumen menunjukkan permintaan yang tinggi dan solid pada e-commerce terbesar kedua di dunia. Namun pengumuman ini dibayangi ekonomi Tiongkok yang melambat dan perang dagang China - Amerika Serikat yang terus meningkat.

Pada hari Rabu sahan alibaba naik 1.58 % setelah merilis pendapatan terbarunya. Setelah menurun sejak AS menaikkan tarif impor dari China dari 10% menjadi 25%.

Joseph Tsai wakil ketua eksekutif Alibaba, mengatakan hasil perusahaan menunjukkan "ketahanan" terhadap kondisi geopolitik dan ekonomi yang kompleks, dan dia berpendapat bahwa tren ekonomi makro jangka panjang menguntungkan Alibaba.

Menurut para analis China akan menjadi negapa pengimpor lebih dari ekspor selama beberapa tahun ke depan. Selain itu, kelas menengah China berjumlah lebih dari 300juta yang sudah terbesar di dunia akan berlipat ganda dalam 10 tahun ke depan. Pertumbuhan ini dipicu oleh kota-kota yang kurang berkembang.

Pendapatan yang dihasilkan Alibaba dari berbagai produk dan layanan yang ditawarkan naik 51% menjadi 93.5 M Yuan ($ 13,9 M) pada kuartal terakhir yang berakhir pada 31 Maret. Iklan dan biaya manajemen pelanggan lainnya serta komisi dari anak usaha membantu pertumbuhan tersebut.

Analis memperkirakan bahwa pertumbuhan Alibaba akan semakin masuk ke kota-kota China yang lebih rendah taraf hidupnya. "Kami akan terus berinvestasi pada pelanggan tingkat rendah dan pedesaan," Kata CEO Alibaba Daniel Zhang.

Jumlah konsumen aktif tahunan di pasar ritel China, Alibaba naik dari 102 juta menjadi 654 juta dalam 12 bulan terakhir. 70% disumbang oleh kota-kota yang belum berkembang. Konsumsi dari kota-kota kecil ini akan berlipat dalam 10 tahun ke depan.

Alibaba berkomitmen memperkuat untuk mengembangkan layanan komputasi awannya (Cloud Computing) dan berhadapan langsung dengan Amazon dan Microsoft untuk meningkatkan pangsa pasar layanan cloud global yang sedang berkembang. Pendapatan Cloud Computing Alibaba naik 76 % menjadi setara $ 1.15 M. Ini adalah salah satu bisnis perusahaan yang tumbuh paling cepat.

Namun, tidak seperti layanan Cloud Computing AWS Amazon layanan Alibaba masih merugi. Keberhasilan domestik Alibaba menjadikannya target bagi para pesaing. Alibaba telah membangun kerajaan yang berkembang untuk mengaitkan konsumen membelanjakan dalam ekosistem produk dan layanannya, dan persaingan semakin ketat.

Menurut data Euromonitor International, sementara Alibaba masih menduduki peringkat nomor 1 di pasar e-commerce China yang sedang berkembang.