Peneliti : Kanker Membunuh Hampir 10 Juta Penderita di 2018

Posting : 16 Sep 2018



Rabu kemarin Peneliti memperingatkan dunia adanya beban global atas penyakit ini terus meningkat meskipun telah ada pencegahan dan diagnosa lebih dini. Menurut Badan Internasional Penelitian Kanker / International Agency for Research on Cancer (IARC)diperkirakan 18,1 Juta penderita terdeteksi sepanjang 2018 dengan kematian hampir 9,6 juta. Angka ini naik dari perkiraan awal 14,1 juta penderita kanker baru dengan kematian 8,2 juta.

Jumlah korban meningkat seiring dengan bertambahnya populasi dan bertambah tua, dan orang-orang di negara berkembang mengadopsi gaya hidup yang tidak sehat dan berisiko tinggi. Pemerintah harus mendorong orang untuk berolahraga, berhenti merokok, dan makan makanan yang sehat. Hal ini dapat mengurangi jumlah penderita jenis kanker tertentu.

Satu dari lima pria dan satu dari enam wanita akan mengembangkan kanker selama masa hidup mereka, kata penelitian itu, dan Organisasi Kesehatan Dunia penyakit itu menjadi penyebab utama (tertinggi) kematian di abad ke-21.

Pembunuh Terbesar

Asia populasi yang sangat besar menyumbangkan angka tertinggi hampir setengah dari semua kasus baru dan lebih dari separuh kematian akibat kanker di seluruh dunia pada tahun 2018.

Ada lusinan jenis kanker di dunia, dari sekian banyak kasus Kanker paru-paru menjadi penyumbang terbanyak kasus baru dan kemarian. Untuk wanita, kanker payudara menyebabkan 15 persen kematian akibat kanker, diikuti oleh kanker paru (13,8 persen) dan kanker kolorektal (9,5 persen).

Peningkatan yang mengkhawatirkan tingkat kanker paru-paru bagi perempuan sekarang menjadi penyebab utama kematian kanker perempuan di 28 negara termasuk Denmark, Belanda, Cina, dan Selandia Baru.