Sektor Pertanian Terancam ?

Posting : 01 Jul 2019



Kajian, artikel ini berdasarkan pada kajian kami dari berbagai sumber dan pendapat para ahli maupun aktivis. Pertanian Terancam ? pertanyaan ini mungkin muncul bagi sebagian orang yang tidak menyadari bahwa hingga kiamat sektor ini tidak akan mati karena menjadi salah satu pokok makanan kita sehari-hari. Iya Betul, pendapat itu benar sekali apabila tidak adanya perubahan pada sektor lainya. Lalu kenapa sektor ini terancam ?

1. Perubahan Cuaca Dunia (Global Warming)

Perubahan cuaca menjadi satu faktor sektor ini terancam. Salah satu contoh pada daerah perkebunan/pertanian di wonosobo. Karna perubahan iklim tanaman mengalami penurunan kualitas dan kuantitasnya. Filipina sebagian besar daerah pegunungannya semakin tandus karna petani setempat fokus pada tanaman sebagai bahan pokok pembuatan pakan ternak. Tanaman ini sangat berpengaruh pada kondisi lahan dan cuaca daerah setempat. Suhu semakin meningkat sehingga mengakibatkan kekeringan. Kekeringan ini pun disebabkan pembukaan lahan secara besar-besaran mengurangi daya resap air menurun.

2. Meningkatnya Produksi Sektor Peternakan

Industrialisasi dibidang peternakan sudah sejak lama mendapat pertentangan. Jerman, seperti dilansir oleh DW Indonesia pada salah satu video pada channelnya menayangkan penolakan terhadap industrialisasi ternak ayam. Hal ini akan berdampak panjang pada ekosistem maupun ekonomi. Bagaimana Alurnya ?

Hewan Ternak merupakan salah satu sumber penyumbatan saluran darah karna kandungan lemaknya. Hal ini akan meningkatkan angka kematian dan beban biaya kesehatan. Hal ini sudah dirasakan pada negara kita Indonesia. Pola makan golongan atas yang tidak terkontrol pada hasil peternakan mengakibatkan penyakit yang semakin sulit disembuhkan seperti kanker, stroke, gagal ginjal, penyumbatan pembuluh darah dan sebagainya. Sebagian dari mereka menggunakan BPJS Kesehatan sebagai alternatif sarana biaya pengobatannya sehingga membebani anggaran kesehatan.

Dikarenakan fokus pertanian beralih ke arah pemenuhan pakan ternak hal ini mengakibatkan kelangkaan bahan sayur mayur lainnya. Maka, fajar saja bila negara kita akhir-akhir ini banyak mengimpor seperti bahan rempah (bawang putih) salah satunya. Stok yang berlimpah pada kedua sektor ini pun mengakibatkan harga yang terjun payung hingga memicu protes dari para peternak maupun petani itu sendiri.

Dalam kasus ini diperlukan kontrol ketat dari pemerintah sebagai pemegang kebijakan ijin maupun pengatur harga jangan sepenuhnya diserahkan pada pasar. Agar terjadi keseimbangan pada seluruh sektor.