Teori Habibie, Teori dan Metode Pembaharu Konstruksi Pesawat Terbang

Posting : 12 Sep 2019



Pada 5 dekade yang lalu atau pada awal tahun 1960-an musibah pesawat terbang masih sering terjadi karena kerusakan konstruksi yang tak terdeteksi. Kelelahan pada badan masih sulit di deteksi karena keterbatasan perkakas yang ada. Belum ada pemindai dengan sensor yang didukung unit pengolah data komputer untuk mengatasi persoalan rawan ini.

Titik kelelahan biasanya terjadi pada sambungan antara sayap dan badan pesawat terbang atau dengan sayap dan dudukan mesin. Bagian inilah yang mengalami guncangan keras ketika lepas landas maupun mendarat. Pada saat itu sambungan menerima tekanan udara yang besar dan menanggung empasan tubuh pesawat. Retakan yang bermula 0.0005 mm semakin hari kian memanjang dan bercabang bila tidak terdeteksi sejak dini sayap dapat patah saat tinggal landas.

Masalah pelik itu akhirnya terkuak dan diatasi oleh seorang pemuda bernama BJ. Habibie. Teori tentang pola keretakan lalu di sebut Teori Habibie atau Teori Keretakan atau Crack Teory atau Crack Progression. Dengan perhitungan detail hingga pada tingkat atom Para ilmuwan dapat memperhitungkan keretakan. Berawal teori ini Prof. Dr. Ing Bacharuddin Jusuf Habibie mendapatkan julukan sebagai Mr. Crack. Dengan penemuan teori ini pengoperasian pesawat menjadi lebih aman dan membuat pemeliharaan lebih mudah dan murah.

Terobosan ini berdampak besar pada dunia penerbangan. Bahan logam pesawat yang berawal mengandung banyak baja dengan beban yang berat kini dapat kurangi hingga alumunium makin dominan dalam badan pesawat. Akibat teori ini bobot pesawat berkurang hingga 10% dari bobot sebelumnya bahkan mencapai 25% setelah Habibie berhasil menyusupkan material komposit ke dalam pesawat. Pengurangan ini tidak berakibat dengan beban maksimal yang dapat diangkut oleh pesawat.

Secara umum kinerja pesawat sangat meningkat, penggunaan bahan bakar semakin menurun sehingga meningkatkan daya jelajah semakin jauh. Angka kecelakan pesawat akibat retakan yang tidak terdeteksi semakin menurun.