Telaah Syariah Muamalah Kontemporer MLM atau Multilevel Marketing

Posting : 29 Nov 2019



Multi Level Marketing (MLM) pada prinsipnya sama dengan PLBS (Penjualan Langsung Berjenjang Syariah). (makna kontemporer: tentang hal-hal yang baru atau kekinian yang tidak ada nash/ayatnya yg khusus baik di Al Qur'an dan Al Hadist).

Pengertian MLM
Menurut Ziyad Ghazal sistem pemasaran langsung produk trtentu melalui pembeli-pembeli dengan memberikan komisi kepada mereka, sehingga kompensasi adanya pembeli baru yang membeli lewat pembeli lama menurut syarat tertentu.

Fakta-fakta MLM
▪tujuan ikut MLM bukan krn produk tp krn komisi
▪harga yg dijual di MLM jauh lebih mahal dari harga pasaran.
▪struktur piramid suatu saat akan berhenti & akan memakan korban lapisan trbawah yg tdk py bawahan lg (downline)

■ 8 hal yg bs menyebabkan sebuah MLM menjadi HARAM

1. riba
MLM mengandung riba dmn produk/barang yg ditransaksikan hy sbg kamuflase krn tujuan utamanya mndpt komisi ,

ada 2 jenis riba:
▪riba fadhl    : trjadi penambahan ketika tukar menukar uang sejenis ( jumlah yg didpt lebih tinggi nilainya dari jumlah yg dibayarkan/disetor ketika bertransaksi dg perusahaan MLM)
▪riba nasiah : terjadi penambahan ketika tukar menukar uang sejenis krn ada penundaan waktu/tempo(ada jeda waktu/tempo ketika membayar  dgn ketika  menerima komisi)

2. Gharar
Tidak ada kepastian untuk bisa merekrut anggota (downline) dan ketika suatu saat MLM berhenti maka anggota bisa untung bisa rugi(ga pasti).

3. Bathil
upline mendapat komisi krn hasil kerja downline bukan hsl krja sendiri scr langsung.

4. Ghisy
▪penipuan atau iming-iming  bonus/komisi Besar yg pd umumnya tdk dpt diperoleh oleh anggota MLM

5. Maisyir
▪ada pertaruhan atau perjudian antara bs dpt komisi atau tidak dpt komisi setelah membeli produk /jd anggota

6. Multi Akad
▪hybrid contract
▪penggabungan akan jual beli dgn akad samsarah/perantara

¤ akad jual beli ketika membeli produk
¤ akad samsarah ketika cari downline

7. Multi Samsarah
▪ Ada lebih dari 1 simsar / perantara

8. Ghaban fahisy
▪menjual produk dgn harga jauh diatas harga pasar.

□ Ketika sebuah MLM atau PLBS mengandung satu atau lebih dari hal-hal diatas berarti trmasuk HARAM

Hukum Bermuamalah dg MLM
● boleh : membeli produk tnpa mncari downline (jual beli putus) end user.

● tdk boleh /haram : membeli produk, mncari downline & mndpt komisi / bonus rekruitmen

 

Bisnis Multi Level Marketing (MLM) berskema Ponzi masih banyak yang berkeliaran. Padahal, berdasarkan UU Perdagangan Nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan dengan skema ponzi, para pelaku MLMnya terancam hukuman 10 tahun penjara dan juga denda minimal Rp 10 miliar.

Pelaku usaha dalam menjalankan usahanya dilarang menggunakan skema piramida sesuai dengan pasal 9 UU Nomor 7/2014,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Tjahya Widayanti, Jumat (8/3), dilansir dari Kumparan.

Yang termasuk MLM berskema piramida/ponzi adalah kegiatan MLM yang mencari keuntungan bukan dari hasil penjualan barang, tapi dari mencari downline supaya memperoleh pendapatan dari biaya partisipasi orang yang baru bergabung.

Sudah ada beberapa kasus MLM yang berurusan dengan polisi karena memakai skema ponzi, di antaranya:

1. Penutupan MMM Indonesia dengan melakukan pemblokiran terhadap 20 situs MMM Indonesia oleh Kominfo pada tahun 2015.

2. Pendiri Wandermind Goenarni Goenawan, divonis hukuman 15 tahun penjara, denda Rp 10 miliar, subsider 6 bulan penjara pada tahun 2016.

3. Direktur PT Cakrabuana Sukses Indonesia Imam Santoso dan Muhammad Yahya, divonis hukuman 7 tahun penjara disertai denda Rp 12 miliar, subsider 5 bulan penjara pada tahun 2017.
4. Pendiri Dream For Freedom Filli Muttaqien, divonis 4 tahun penjara pada tahun 2017.

5. Pemimpin Koperasi Simpan Pinjam Pandawa Salman Nuryanto divonis penjara 15 tahun, sedangkan 26 pengurus dan member lainnya divonis penjara antara 8 - 15 tahun pada tahun 2017.

6. Pimpinan PT Solusi Balad Lumampah (SBL) Aom Juang Wibowo, divonis 2 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan pada tahun 2018.

7. Direktur PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan, divonis 20 tahun penjara dan 18 tahun penjara pada tahun 2018.

Kemendag juga akan tetap mengawasi seluruh bisnis MLM yang berada di Indonesia untuk mencegah adanya tindak penipuan atau investasi bodong.

 

Hal-Hal lain yang membuat MLM tidak baik atau berkah adalah sebagai berikut :

BUDAYA PAMER
Kenapa saya antipati dengan MLM? hampir semua gerakan MLM memotivasi membernya dengan material. Sering ‘memaksakan’ diri untuk membeli mobil mewah, rumah mewah, kapal keruk, ehh pesiar, sebagai ‘pancingan kegoblokan’ para calon downline. Pencapaian material menjadi iming-iming untuk join, memicu materialisme. Maka dari itu hampir semua MLM adalah produk Kapitalis. Membeli bukan karena produknya, tapi karena kamuflase iming-iming peluang usahanya.

E-COMMERCE KAPITALIS
Yang namanya karbitan, akan mengganggu ekosistem. Perang harga, jor-joran diskon, dan insentif memang asik bagi pembeli. Asik juga bagi produsen, tapi itu sementara, karena tak alami. Pasar menjadi makin sensitif terhadap harga. Konsumen hanya mau beli di marketplace kapitalis, karena harganya mentok gak masuk akal. Pemilik toko lainnya, baik offline ataupun online, yang modal cekak, tak dapat bersaing dengan mereka. Alhasil tutup, korban pun mulai berjatuhan. Brand owner senang aja, yang penting laku, tanpa mengeluarkan biaya promosi.

Babak Kedua Dimulai…
Database perilaku konsumen mulai terbaca. Produk apa saja yang laku di pasaran, siapa saja profil pembeli, tanggal beli, jam beli, frekuensi beli, harga jual, lengkaplah hilir mereka kuasai.

“Lazada diakuisisi Alibaba”, sebagian masih bertanya, “So What Vroh..?”. Alibaba adalah pionir marketplace B2B di dunia, artinya mereka memiliki database produsen-produsen terbaik di China. Itu artinya penguasaan industri hulu.

Jika hilir bertemu hulu, maka “Chinailah Ploduk-Ploduk Indonesia” terjadi. Tinggal tunggu Zalora, adiknya Lazada, dibeli ALIBABA, maka “Chinailah FashionIndonesia” terjadi. “Matek kon”, kata arek Suroboyo.

Untungnya angka belanja retail online, masih 1% dari total belanja retail Indonesia. Jadi masih ada waktu (yang pendek) untuk membendung kapitalisme di Indonesia.

sumber : indozone.id dan Ust. Sidiq Al Jawi